Telagamurni-Pemerintah Desa Telagamurni menggelar rapat koordinasi mingguan (Minggon) pada Kamis, 5 Februari 2026. Pertemuan ini untuk mensosialisasikan berbagai program pelayanan masyarakat serta memperkuat kewaspadaan terhadap potensi bencana dan kriminalitas.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Desa Telagamurni, H. Sugandi Abdul Malik, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai lini, di antaranya:
Sudirmansaid (Wakil Ketua BPD)
Ustadz Isa Anshori (Kasi Pemerintahan)
Aan Supriatna (Bimaspol)
Yudistira (Babinsa)
Dalam pemaparannya, Kasi Pemerintahan, Ustadz Isa Anshori, menekankan dua agenda layanan terdekat yang akan dilaksanakan di Aula Desa Telagamurni:
Perekaman e-KTP: Memfasilitasi warga yang belum memiliki identitas kependudukan digital maupun fisik.
BPJS Keliling: Upaya jemput bola untuk memudahkan warga dalam mengurus administrasi jaminan kesehatan tanpa harus ke kantor pusat.
Mengingat kondisi cuaca, pemerintah desa resmi membentuk Posko Satgas Siaga Bencana Banjir. Kepala Desa, H. Sugandi, menghimbau seluruh perangkat desa dan warga untuk aktif melakukan kerja bakti gotong royong di wilayah masing-masing. Langkah ini bertujuan untuk:
Membersihkan saluran air guna mencegah banjir.
Memutus mata rantai penyebaran penyakit seperti DBD, Cikungunya, Kusta, dan TBC.
Terkait administrasi perpajakan, diumumkan bahwa pembagian SPPT Tahun Pajak 2026 akan dilaksanakan pada akhir bulan Februari mendatang. Warga diharapkan segera mengecek dan memenuhi kewajiban pajaknya tepat waktu.
Pihak Kepolisian melalui Bimaspol Aan Supriatna meneruskan pesan Kapolsek terkait tren gangguan keamanan. Warga diminta waspada terhadap:
Kriminalitas Jalanan: Meningkatnya kasus curanmor dan penjambretan.
Modus Penipuan: Maraknya calo tenaga kerja, penipuan online, hingga praktik "Bank Plecit" (rentenir).
Menutup arahannya, jajaran pembicara memberikan pesan menyentuh kepada para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak. Hal ini merespons fenomena banyaknya remaja yang terjebak dalam Hutang Pinjaman Online (Pinjol) akibat gaya hidup dan salah pergaulanan.
Kirim Komentar